Minggu, 06 Mei 2012

Jika Ya, Saya Benci “Dewasa”

Diposting oleh PeriAi di 23.41

Judul yang aneh mungkin, but its reality. 

Yap, maaf buat para manusia yang sudah tidak sabar menunggu kedewasaannya agar bebas. Tapi, saya tidak terlalu suka dengan kata “dewasa”. Dewasa itu rumit. Banyak masalah yang terus menyerang kita. Dewasa itu kacau. Harus selalu mengambil keputusan dengan cepat. Dewasa itu sulit. Harus bisa mencapai target walau masih dibawah jauh. Dewasa itu…”mengorbankan impian”
Maaf jika hal ini membuat Anda pesimis terhadap kehidupan Anda. But, tenang saja. Ini tentang hidup saya. Saya hanya ingin berbagi, siapa tau Anda mengalami apa yang saya alami. Saya seorang mahasiswi semester 2 di perguruan tinggi negeri. Kuliah ternyata tidak mudah, saya baru merasakannya setahun terakhir ini. Apalagi dengan system UKKD yang sekarang ini. System yang setelah satu bab selesai di bahas, ada ujian dan itu nilai akhir. Mungkin menurut orang lain, system ini justru lebih enak. Karena bahan untuk ujian yang sedikit. Tapi, alhasil. System yang seperti ini otomatis membuat jadwal menjadi bentrok. Kita justru dituntut untuk lebih professional. Saya tidak akan menulis “Coba Anda bayangkan,” Karena saya yakin, Anda akan melalui proses kehidupan seperti saya. Besok, nanti, atau bahkan Anda sudah melaluinya. Tapi, dengan segala kejujuran. Apakah ini termasuk proses pendewasaan?

Jika ya, saya benci “dewasa”. 

Itu di dunia pendidikan, belum di dunia social kita.  Banyak peraturan yang harus kita mainkan. Teman dan sahabat. Pacar dan mantan pacar. Kakak-kakak tingkat. Semua yang kita kenal, pasti pernah bermasalah dengan kita. Hal sekecil apapun itu. Teman yang tidak seperti dulu lagi dekatnya misalnya. Ini hanya akan membuat kita tidak terfokus pada satu hal. Belum lagi mantan pacar yang terus-terusan sms kita. Atau kakak tingkat yang selalu rewel. Hal itu kita sebut “masalah”. Dan, dengan segala kejujuran. Apakah ini termasuk proses pendewasaan?

Jika ya, saya benci “dewasa”

Di dunia rumah. Semakin bertambah satu umur Anda. Lambat laun Anda akan memahami masalah-masalah yang ada di rumah Anda. Tapi, hal itu tidak malah membuat Anda menjadi semakin baik. Maksud saya, dengan Anda mengetahui masalah-masalah di rumah Anda. Hal ini tidak menguntungkan Anda. Justru membuat Anda semakin bingung saja. Contohnya seperti saya, saya anak terakhir dengan jarak lahir yang jauh dengan kakak-kakak saya. Jadi, kakak-kakak saya saat ini sudah mempunyai kehidupan yang baru dengan jodoh kiriman dari Allah untuk mereka. Dan dari awal saya mengira kehidupan orang tua saya akan lebih aman dan damai karena tugas beliau sebagai orang tua sudah terselesai dengan baik. Tapi, ternyata tugas beliau tidak selesai di situ aja. Beliau malah mendapat banyak pikiran karena berbagai macam kehidupan kakak-kakak saya yang baru. Otomatis, secara tidak langsung, itu membuat saya memahami beberapa masalah yang ada dirumah. Tepatnya, sesuatu yang membuat orang tua saya kepikiran. Hal itu memang bukan urusan saya. Tapi itu mempengaruhi hidup saya. Kedepannya saya harus lebih baik dari mereka. Kedepannya saya harus lebih bijak. Kedepannya saya harus ….blablabla. Dan dengan segala kejujuran, Apakah ini termasuk proses pendewasaan?

Jika ya, saya benci “dewasa”


0 komentar:

Posting Komentar

 

Catatan harian Peri Ai Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting