Judul yang aneh mungkin, but its
reality.
Yap, maaf buat para manusia yang
sudah tidak sabar menunggu kedewasaannya agar bebas. Tapi, saya tidak terlalu
suka dengan kata “dewasa”. Dewasa itu rumit. Banyak masalah yang terus menyerang
kita. Dewasa itu kacau. Harus selalu mengambil keputusan dengan cepat. Dewasa
itu sulit. Harus bisa mencapai target walau masih dibawah jauh. Dewasa
itu…”mengorbankan impian”
Maaf jika hal ini membuat Anda
pesimis terhadap kehidupan Anda. But, tenang saja. Ini tentang hidup saya. Saya
hanya ingin berbagi, siapa tau Anda mengalami apa yang saya alami. Saya seorang
mahasiswi semester 2 di perguruan tinggi negeri. Kuliah ternyata tidak mudah,
saya baru merasakannya setahun terakhir ini. Apalagi dengan system UKKD yang
sekarang ini. System yang setelah satu bab selesai di bahas, ada ujian dan itu
nilai akhir. Mungkin menurut orang lain, system ini justru lebih enak. Karena
bahan untuk ujian yang sedikit. Tapi, alhasil. System yang seperti ini otomatis
membuat jadwal menjadi bentrok. Kita justru dituntut untuk lebih professional.
Saya tidak akan menulis “Coba Anda bayangkan,” Karena saya yakin, Anda akan
melalui proses kehidupan seperti saya. Besok, nanti, atau bahkan Anda sudah
melaluinya. Tapi, dengan segala kejujuran. Apakah ini termasuk proses
pendewasaan?
Jika ya, saya benci “dewasa”.
Itu di dunia pendidikan, belum di
dunia social kita. Banyak peraturan yang
harus kita mainkan. Teman dan sahabat. Pacar dan mantan pacar. Kakak-kakak
tingkat. Semua yang kita kenal, pasti pernah bermasalah dengan kita. Hal
sekecil apapun itu. Teman yang tidak seperti dulu lagi dekatnya misalnya. Ini
hanya akan membuat kita tidak terfokus pada satu hal. Belum lagi mantan pacar
yang terus-terusan sms kita. Atau kakak tingkat yang selalu rewel. Hal itu kita
sebut “masalah”. Dan, dengan segala kejujuran. Apakah ini termasuk proses
pendewasaan?
Jika ya, saya benci “dewasa”
Di dunia rumah. Semakin bertambah
satu umur Anda. Lambat laun Anda akan memahami masalah-masalah yang ada di
rumah Anda. Tapi, hal itu tidak malah membuat Anda menjadi semakin baik. Maksud
saya, dengan Anda mengetahui masalah-masalah di rumah Anda. Hal ini tidak
menguntungkan Anda. Justru membuat Anda semakin bingung saja. Contohnya seperti
saya, saya anak terakhir dengan jarak lahir yang jauh dengan kakak-kakak saya. Jadi,
kakak-kakak saya saat ini sudah mempunyai kehidupan yang baru dengan jodoh
kiriman dari Allah untuk mereka. Dan dari awal saya mengira kehidupan orang tua
saya akan lebih aman dan damai karena tugas beliau sebagai orang tua sudah
terselesai dengan baik. Tapi, ternyata tugas beliau tidak selesai di situ aja.
Beliau malah mendapat banyak pikiran karena berbagai macam kehidupan
kakak-kakak saya yang baru. Otomatis, secara tidak langsung, itu membuat saya
memahami beberapa masalah yang ada dirumah. Tepatnya, sesuatu yang membuat
orang tua saya kepikiran. Hal itu memang bukan urusan saya. Tapi itu
mempengaruhi hidup saya. Kedepannya saya harus lebih baik dari mereka.
Kedepannya saya harus lebih bijak. Kedepannya saya harus ….blablabla. Dan
dengan segala kejujuran, Apakah ini termasuk proses pendewasaan?
Jika ya, saya benci “dewasa”

0 komentar:
Posting Komentar