Hari-hari ngampus minggu ini bisa di bilang
“ekstrim”. Tugas kalkulus II yang lebih dari 20 soal dan susah. Belum lagi
ujian di hari Senin yang bikin jantung kembang kempis. Kuliah memang libur dari
hari Jumat, tapi itu tidak membuat saya merasa bahagia layaknya orang yang
sedang berlibur. Tugas yang banyak dan ujian yang segera datang itu selalu
membuntuti saya kemana-mana (hah lebay). Mungkin bisa dibilang berlebihan, tapi
jujur itu apa adanya.
Cobaan tidak
datang dari itu saja. Tapi, suatu malam. Kakak laki-laki kedua saya tiba-tiba
mengajak keesokan harinya untuk menonton film di bioskop. Dan itu jatuh pada
hari minggu yang senin-nya saya harus ujian Statistika Elementer. Tetapi,
berhubung itu GRATIS bonus makan di Rocket. Ayo saja.
Dan jadilah saya
tidak belajar Statistika Elementer secara terperinci dan puas. Saya hanya
belajar malamnya. Itu pun hanya menghafal rumus dan membaca contoh soal yang
sudah diberikan sang Dosen.
Akibatnya, di
pagi harinya. Saya terpaksa menzalimi Dosen Aljabar Linear Elementer saya. Tapi
tidak hanya saya, teman-teman saya justru lebih parah menzalimi beliau
(Haha..maafkan saya Pak!). Beliau menerangkan kembali apa itu nilai eigen dan
vector eigen. Jujur, waktu itu saya mencatat. Tapi dalam hati dan pikiran saya
hanya ada Statistika Elementer (Sedih..). Hidup terasa amburadul. Pasalnya, saat itu posisi duduk saya di pinggir dan
sangat terlihat oleh sang Dosen.
Lalu, beberapa
detik dan menit berlalu, tibalah waktunya tinggal setengah jam lagi menuju
peperangan sebenarnya (melawan Statistika Elementer). Saya mulai melupakan
Aljabar Linear Elementer dan beralih pada Statistika Elementer. Saat saya
sedang asyik mengotak-atik Statistika Elementer. Tiba-tiba sang Dosen mendekat
pada saya.
“Mudeng karepe?” Kata beliau sambil
melihat saya. Mungkin beliau berfikir saya sedang mengerjakan soal Aljabar
Linear Elementer. Teman yang duduk di sebelah saya juga sedikit terkaget.
Karena di hatinya sudah di bajak oleh Statistika Elementer. Saya dan teman saya
itu hanya tersenyum (cengir..) “Pie? Wis during?” Lanjut beliau. Saya dan teman
saya hanya tersenyum dan mengangguk. Kami sedikit menghindari berbicara karena
takut semuanya akan bertambah semakin parah.
Dosen Aljabar
Linear saya ini salah satu dosen yang bisa menginspirasi anak didiknya
(cielah…). Saya menulis ini karena saya sendiri yang mengalaminya. Beliau
sangat cinta dengan bidang yang sudah lama menjadi jiwanya ini. “Amazing…”
batin saya ketika Beliau menceritakan penelitiannya tentang matriks 10X10 itu
di kelas. Saya saja matriks 3X3 masih belum pasti kejelasannya (haha…menjijikan tapi jujur). Dan kali ini
saya kembali terinspirasi, setelah saya dan teman saya hanya mengangguk dan
tersenyum. Beliau mengatakan,
“Tenane loh!
Saya tu khawatir, kan suatu hari nanti semuanya ini dipertanyakan,” Saya pasang
tampang kaget setelah beliau mengatakan ini. “iya tho…nanti kan semuanya
dipertanyakan. Kamu gimana ngajarin muridmu? Mereka sudah mengerti belum?”
Beliau melanjutkan. Dosen ini sungguh berat (bukan berta badan loh). Maksud
saya, semua yang dia lakukan selama ini sangat sungguh-sungguh dan Beliau yakin
benar semuanya di pantau oleh Yang Maha Kuasa (yang bener gitu kali…). Memang
seharusnya saya pun seperti itu. Tapi kadang hal kecil seperti terlupakan. MELAKUKAN
SEGALA HAL DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH. Hal ini sangat penting. Karena semuanya
pasti dipertanyakan.
Kali ini saya
mendapatkan pelajaran yang berbeda. Dan semoga saya dan sodara-sodara sekalian
dapat mengambil manfaat dari pengalaman saya yang luar biasa ini. Amin
![]() | |
| "Terima kasih, Pak!" |




0 komentar:
Posting Komentar