Waktu itu, kebiasaan telat sudah
terlanjur hinggap di kehidupan ngampus saya. (Bukan apa-apa sih) Walau buruk,
tapi saya menyukainya. Kata saya, hidup jadi lebih ada lika-likunya. Lebih
hidup kalau orang seni bilang.
Saya sampai di kampus tepat
setengah 8, untungnya waktu hari itu (hari Selasa) dosen saya datang sedikit
terlambat. Dan saya sudah tau kebiasaan beliau. Jadi saya sedikit memperlambat
jalan saya sembari menunggu teman saya yang sedang jalan di belakang saya. Saya
menyapa teman saya itu, dan dia menjawab salam saya dengan senyum. Nama nya
Indy. Begitu saya memanggilnya. Indy tipe perempuan yang pendiam. Tidak banyak
berbicara dan berkomentar.
Tapi, ada satu hal yang saya
tidak punya dari kehidupan Indy. Indy, mahasiswi dari luar kota ini berkenan
menjual pisang coklat atau yang sering kita sebut piscok ke kampus. Setiap hari
dia mengambil dari orang yang membuat pisang coklat ini dan membawanya ke
kampus untuk di jual. 1 buah hanya Rp. 1000. Awalnya sebelum ikut organisasi,
itu usahanya sendiri. Tapi, setelah ikut HIMATIKA. Kegiatannya itu menjadi
salah satu usaha di HIMATIKA untuk keuntungan organisasi. Indy mahasiswi yang
sangat rajin.
Saya dan Indy berjalan melewati
lobi gedung A di FMIPA UNS, karena kelas
kami selalu berada di lantai 3 (Huh…capek!). Lalu, tiba-tiba ada seorang Ibu
yang memanggil teman saya Indy itu. Beliau menanyakan, apakah barang dagangan
yang di bawa Indy itu di jual. Setelah mengetahui kebenarannya bahwa barang itu
memang dijual. Ibu yang tadi memanggil teman saya Indy itu untuk membeli barang
dagangan teman saya itu. Lalu, Ibu yang saya tau bahwa beliau adalah Ketua
Bagian TU itu datang mendekati Indy juga dan membeli pisang coklat dagangan
Indy. Tak tanggung beliau memborong, kurang lebih dagangan Indy terjual 20
biji. Dan itu masih pagi.
Subhanallah…rezeki teman saya. Saya hanya tersenyum melihatnya. Indy mempunyai sesuatu yang saya tidak punya. Dan saya iri. Hanya Indy yang punya itu.
Subhanallah…rezeki teman saya. Saya hanya tersenyum melihatnya. Indy mempunyai sesuatu yang saya tidak punya. Dan saya iri. Hanya Indy yang punya itu.
Saya juga tak mengerti apa itu.
Tapi yang jelas sesuatu itu hanya Indy teman saya yang punya. Dimana sesuatu
itu saya dan orang lain tidak punya.

2 komentar:
aku juga salut dengannya.. like this aik.. good.. kita harus banyak belajar dari teman kita itu.. tapi aik, ketauilah, sesungguhnya setiap orang itu diciptakan berbeda dengan yang lainnya. bahkan orang kembar identik pun berbeda dengan saudaranya. apalagi kita yang berbeda antara pribadi satu dan pribadi lainnya. tapi dengan perbedaan itu, kita mampu menjadikan dunia lebih berwarna dan indah aik sayang.. dan setiap orang punya kelebihan sendiri-sendiri yang mungkin tidak dipunyai orang lain. itu yang namanya bakat. kau pun punya itu, hanya saja, terkadang kita belum tahu apa kelebihan kita. paling tidak dengan memahami diri kita dan menekuni apa yang kita suka, kita menjadi paham tentang bakat kita, selain itu belajar dari orang sekitar kita yang hebat seperti indy, bukan suatu kesalahan.. begitu aik sayang.. hayoo asah bakatnyaa.. ^^
(eh iya, jangan telat lagi yaa)
iya pep...
thanks.
sesuatu banget deh kamu...muach. huge KISS.
Posting Komentar