Selasa, 27 Desember 2011

Bahkan diharinya, Ibu ini masih tetap bekerja

Diposting oleh PeriAi di 04.24

Setelah selesai kuliah, aku dan temanku bergegas menuju halte depan kampus, kegiatan yang biasa kujalani setelah perkuliahan selesai. Untungnya bis jurusan Tawangmangu-Solo itu segera datang dan tandanya aku bisa sampai di rumah lebih awal. Keadaan bis saat itu Alhamdulillah sepi. Aku dan temanku memilih tempat paling belakang, tempat yang biasa kaum laki-laki tempati. Sesampainya di terminal Palur. Ada seorang nenek yang naik. Ia membawa “bakul” dan duduk di sebelahku. Usia nenek itu kira-kira sudah lebih dari 70 tahun. Nenek itu berkali-kali mengusap keringat yang menetes di kepalanya. Sungguh kasihan sekali, nenek serenta itu masih harus mencari nafkah. Padahal logikanya, kalau nenek itu harus bekerja berarti nenek itu punya anak. Lalu, kenapa tidak anaknya saja yang mencari nafkah dan membiarkan sang nenek beristirahat saja di rumah? Pertanyaan ini selalu saja muncul di benakku setiap melihat nenek atau kakek yang sudah tua namun masih bekerja. Aku teringat, bahwa hari ini adalah hari Ibu. 

Subhanallah! Bahkan di harinya, Ibu ini masih bekerja. Bukankah seharusnya beliau ini beristirahat saja di rumah. Menggendong cucu atau memasak. Itu pekerjaan yang terbaik untuk seorang Ibu yang sudah renta seperti nenek itu. Apakah nenek ini sudah menerima hadiah atau bunga dari anaknya ya? Walau sebenarnya hari Ibu bukan satu-satunya hari untuk membuktikan rasa sayang kita pada Ibu, tapi hari Ibu adalah symbol bahwa Ibu adalah makhluk ciptaan Allah paling mulia di dunia. Aku langsung teringat dengan Ibuku di rumah. Apa Ibu ku juga masih bekerja di harinya?

0 komentar:

Posting Komentar

 

Catatan harian Peri Ai Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting