Jumat, 06 Januari 2012

Ketika Keramahan Berbicara

Diposting oleh PeriAi di 04.49
Aku baru sadar betapa berharganya sebuah "keramahan". Sedikit berlebihan mungkin, tapi aku mulai merasakan pengaruhnya dalam hidupku. Karena jarak waktu kuliah yang panjang. Aku terpaksa harus mampir dulu ke kost salah satu temanku. Memang sangat merepotkan, dan aku menyadari itu. Tapi, mau gimana lagi? Aku hanya bisa berkata "Terima Kasih" pada temanku itu karena telah bersedia menampungku yang terlantar ini. Kami makan siang di warung dekat rumah kost temanku itu. Sederhana dan murah, katanya. Memang benar, aku juga sependapat dengannya.

"Tampak dari samping"






Tetapi, yang kudapatkan tidak hanya itu saja. Sang Ibu yang menjual makanan yang khusus ditujukan untuk para anak kost itu sangat ramah. Walaupun saya baru datang hanya satu kali, Ibu itu sangat ramah pada saya. Dan makanan yang dibungkusnya pun sangat cukup dengan harga yang menurut saya sangat murah. Setiap saya melihat "keramahan" Ibu itu, pikiran saya melayang. Saya pikir, masalah jadi terlihat lebih enteng saat kita mau tersenyum pada orang lain dan mengikhlaskannya.


"Hal yang terpenting, bergembiralah pada setiap orang yang bertemu denganmu, karena itu akan sedikit atau banyak mengurangi beban yang ada di pundak mereka"


0 komentar:

Posting Komentar

 

Catatan harian Peri Ai Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting