Rabu, 13 Juni 2012

Libur 3 Hari (curhat)

Diposting oleh PeriAi di 23.01 0 komentar

Minggu ini mungkin adalah salah satu minggu yang paling menyenangkan dalam hidupku. Mengapa tidak? Libur 3 hari dan kamisnya hanya perlu kuliah Bahasa Indonesia. Minggu yang seharusnya menyenangkan bukan. Tapi ada yang janggal. Ada yang kosong.
Biasanya, kalau ada hari libur dan lumayan lama. Saudaraku-saudaraku yang sedang kuliah merantau di luar kota pasti pulang ke kampong halaman. Dan semestinya mereka saling menelepon atau minimal sms “Ayo main!”.
Tapi sudah kutunggu sampai datangnya hari minggu dan tak ada sms atau kabar apapun dari mereka. Hariku terasa sepi. Libur yang sama sekali tidak menyenangkan.
Ingin rasanya aku sms ke-27 saudara-saudara jauhku itu. Ingin sekedar menyapa dengan sms “Kangen”. Tapi kali ini yang kurasakan berbeda. Aku tak berani menyapa mereka dengan sms “Kangen L” kalau perlu dengan emoticon nangis. Ini terasa sangat sulit. Aku tak tau mengapa. Hanya sulit. Dan perasaan takut pun selalu datang.
Takut mereka berfikir :
1.      “Kangen? Ngapain sih Ai…kurang kerjaan! Siapa juga yang kangen sama dia!”
2.      “Ai sok imut ah…,”
3.      “Ah…gag penting!”
4.      “Siapa sih ni…sms bilang kangen-kangen,”
5.      “bla..bla..bla..”
Aku memang tidak pernah menyapa mereka satu per satu secara rutin. Mungkin itu yang membuat aku merasa takut. Tapi, Demi Allah…Apakah hanya aku saja yang merasakan ini? Jika iya, berarti aku yang salah. Karena aku sudah benar-benar miss dengan mereka.
Kadang aku merasa, tidak mungkin mereka tidak bersikap seperti itu. Aku bisa bayangkan betapa membosankannya kuliah. Apa lagi mereka yang kuliah di luar kota. Tidak mungkin jika mereka tidak meng-sms “Ayo main” dan sebagainya ke teman yang lain. Atau hanya aku saja yang sudah terlupakan. Atau hanya aku saja satu-satu nya alumnus yang tidak di “kangeni”. Jika iya, tak apa. Setidaknya aku tau mereka masih berhubungan dan bahagia. TAPI ITU TAK BENAR. INI TERASA TIDAK ADIL. TIDAK ADIL JIKA AKU BERKATA TAK APA. Berapa tahun kami bersama? Mengapa aku yang terlupakan? Mengapa aku? Mengapa aku sendiri yang merasa kosong?
Rasa kangen ini semakin menyakiti ku sedangkan kalian saling berhubungan tanpa aku. Apa itu adil? Apa adil kalian saling peduli sementara aku menahan rindu pada kalian?
Tapi aku tau itu tidak benar. Mereka tak mungkin seperti itu. Jika iya, berarti aku yang bermasalah. Berarti aku yang bermasalah sehingga membuat mereka menjauhiku.
Tapi apa? Apa masalahku?
Kangen
Aku memang tak tau alasan yang tepat. Tapi, bagaimanapun juga kalian sudah menjadi saudaraku dan aku menyayangi kalian apa adanya.
"ini saudara-saudaraku"

"yang terbaik yang pernah ada"

Suatu Hari Nanti Ini Dipertanyakan

Diposting oleh PeriAi di 22.49 0 komentar
Hari-hari ngampus minggu ini bisa di bilang “ekstrim”. Tugas kalkulus II yang lebih dari 20 soal dan susah. Belum lagi ujian di hari Senin yang bikin jantung kembang kempis. Kuliah memang libur dari hari Jumat, tapi itu tidak membuat saya merasa bahagia layaknya orang yang sedang berlibur. Tugas yang banyak dan ujian yang segera datang itu selalu membuntuti saya kemana-mana (hah lebay). Mungkin bisa dibilang berlebihan, tapi jujur itu apa adanya.
Cobaan tidak datang dari itu saja. Tapi, suatu malam. Kakak laki-laki kedua saya tiba-tiba mengajak keesokan harinya untuk menonton film di bioskop. Dan itu jatuh pada hari minggu yang senin-nya saya harus ujian Statistika Elementer. Tetapi, berhubung itu GRATIS bonus makan di Rocket. Ayo saja.
Dan jadilah saya tidak belajar Statistika Elementer secara terperinci dan puas. Saya hanya belajar malamnya. Itu pun hanya menghafal rumus dan membaca contoh soal yang sudah diberikan sang Dosen.
Akibatnya, di pagi harinya. Saya terpaksa menzalimi Dosen Aljabar Linear Elementer saya. Tapi tidak hanya saya, teman-teman saya justru lebih parah menzalimi beliau (Haha..maafkan saya Pak!). Beliau menerangkan kembali apa itu nilai eigen dan vector eigen. Jujur, waktu itu saya mencatat. Tapi dalam hati dan pikiran saya hanya ada Statistika Elementer (Sedih..). Hidup terasa amburadul. Pasalnya, saat itu posisi duduk saya di pinggir dan sangat terlihat oleh sang Dosen.


Lalu, beberapa detik dan menit berlalu, tibalah waktunya tinggal setengah jam lagi menuju peperangan sebenarnya (melawan Statistika Elementer). Saya mulai melupakan Aljabar Linear Elementer dan beralih pada Statistika Elementer. Saat saya sedang asyik mengotak-atik Statistika Elementer. Tiba-tiba sang Dosen mendekat pada saya.
Mudeng karepe?” Kata beliau sambil melihat saya. Mungkin beliau berfikir saya sedang mengerjakan soal Aljabar Linear Elementer. Teman yang duduk di sebelah saya juga sedikit terkaget. Karena di hatinya sudah di bajak oleh Statistika Elementer. Saya dan teman saya itu hanya tersenyum (cengir..) “Pie? Wis during?” Lanjut beliau. Saya dan teman saya hanya tersenyum dan mengangguk. Kami sedikit menghindari berbicara karena takut semuanya akan bertambah semakin parah.
Dosen Aljabar Linear saya ini salah satu dosen yang bisa menginspirasi anak didiknya (cielah…). Saya menulis ini karena saya sendiri yang mengalaminya. Beliau sangat cinta dengan bidang yang sudah lama menjadi jiwanya ini. “Amazing…” batin saya ketika Beliau menceritakan penelitiannya tentang matriks 10X10 itu di kelas. Saya saja matriks 3X3 masih belum pasti kejelasannya  (haha…menjijikan tapi jujur). Dan kali ini saya kembali terinspirasi, setelah saya dan teman saya hanya mengangguk dan tersenyum. Beliau mengatakan,
“Tenane loh! Saya tu khawatir, kan suatu hari nanti semuanya ini dipertanyakan,” Saya pasang tampang kaget setelah beliau mengatakan ini. “iya tho…nanti kan semuanya dipertanyakan. Kamu gimana ngajarin muridmu? Mereka sudah mengerti belum?” Beliau melanjutkan. Dosen ini sungguh berat (bukan berta badan loh). Maksud saya, semua yang dia lakukan selama ini sangat sungguh-sungguh dan Beliau yakin benar semuanya di pantau oleh Yang Maha Kuasa (yang bener gitu kali…). Memang seharusnya saya pun seperti itu. Tapi kadang hal kecil seperti terlupakan. MELAKUKAN SEGALA HAL DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH. Hal ini sangat penting. Karena semuanya pasti dipertanyakan.
Kali ini saya mendapatkan pelajaran yang berbeda. Dan semoga saya dan sodara-sodara sekalian dapat mengambil manfaat dari pengalaman saya yang luar biasa ini. Amin
"Terima kasih, Pak!"


 

Catatan harian Peri Ai Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting