Minggu ini mungkin adalah
salah satu minggu yang paling menyenangkan dalam hidupku. Mengapa tidak? Libur
3 hari dan kamisnya hanya perlu kuliah Bahasa Indonesia. Minggu yang seharusnya
menyenangkan bukan. Tapi ada yang janggal. Ada yang kosong.
Biasanya, kalau ada hari libur
dan lumayan lama. Saudaraku-saudaraku yang sedang kuliah merantau di luar kota
pasti pulang ke kampong halaman. Dan semestinya mereka saling menelepon atau
minimal sms “Ayo main!”.
Tapi sudah kutunggu sampai
datangnya hari minggu dan tak ada sms atau kabar apapun dari mereka. Hariku
terasa sepi. Libur yang sama sekali tidak menyenangkan.
Ingin rasanya aku sms ke-27
saudara-saudara jauhku itu. Ingin sekedar menyapa dengan sms “Kangen”. Tapi
kali ini yang kurasakan berbeda. Aku tak berani menyapa mereka dengan sms
“Kangen L” kalau perlu dengan emoticon
nangis. Ini terasa sangat sulit. Aku tak tau mengapa. Hanya sulit. Dan perasaan
takut pun selalu datang.
Takut mereka berfikir :
1.
“Kangen? Ngapain sih Ai…kurang kerjaan! Siapa
juga yang kangen sama dia!”
2.
“Ai sok imut ah…,”
3.
“Ah…gag penting!”
4.
“Siapa sih ni…sms bilang kangen-kangen,”
5.
“bla..bla..bla..”
Aku memang tidak pernah
menyapa mereka satu per satu secara rutin. Mungkin itu yang membuat aku merasa
takut. Tapi, Demi Allah…Apakah hanya aku saja yang merasakan ini? Jika iya,
berarti aku yang salah. Karena aku sudah benar-benar miss dengan mereka.
Kadang aku merasa, tidak
mungkin mereka tidak bersikap seperti itu. Aku bisa bayangkan betapa
membosankannya kuliah. Apa lagi mereka yang kuliah di luar kota. Tidak mungkin
jika mereka tidak meng-sms “Ayo main” dan sebagainya ke teman yang lain. Atau
hanya aku saja yang sudah terlupakan. Atau hanya aku saja satu-satu nya alumnus
yang tidak di “kangeni”. Jika iya, tak apa. Setidaknya aku tau mereka masih
berhubungan dan bahagia. TAPI ITU TAK BENAR. INI TERASA TIDAK ADIL. TIDAK ADIL
JIKA AKU BERKATA TAK APA. Berapa tahun kami bersama? Mengapa aku yang
terlupakan? Mengapa aku? Mengapa aku sendiri yang merasa kosong?
Rasa kangen ini semakin
menyakiti ku sedangkan kalian saling berhubungan tanpa aku. Apa itu adil? Apa
adil kalian saling peduli sementara aku menahan rindu pada kalian?
Tapi aku tau itu tidak benar. Mereka
tak mungkin seperti itu. Jika iya, berarti aku yang bermasalah. Berarti aku
yang bermasalah sehingga membuat mereka menjauhiku.
Tapi apa? Apa masalahku?
| "ini saudara-saudaraku" |
![]() | |
| "yang terbaik yang pernah ada" |




